Lewati ke konten
Wednesday, 16 September 2026Portal Informasi Bisnis, Industri & Ekonomi
BREAKINGSampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kolaborasi Atasi Masalah Lingkungan Lewat Program BESTS 2026

Disamarkan di Kardus Makanan, 518 Catridge Etomidate Disita Polisi

Monday, 14 September 2026 ·

Disamarkan di Kardus Makanan, 518 Catridge Etomidate Disita Polisi

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika golongan dua jenis etomidate yang dikemas secara licik dalam bentuk catridge vape. Dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan di dua lokasi berbeda, aparat kepolisian berhasil meringkus seorang pria berinisial HW (41) dan menyita total 518 catridge yang diduga kuat mengandung zat narkotika berbahaya tersebut. Pengungkapan ini menjadi bukti nyata kesigapan aparat dalam merespons modus operandi baru pelaku narkoba yang mencoba mengelabui petugas dengan memanfaatkan kemasan barang konsumsi sehari-hari.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Triyatno Pamungkas, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi akurat yang diberikan oleh masyarakat mengenai adanya aktivitas peredaran narkotika yang mencurigakan di wilayah Jakarta Barat. Berbekal laporan tersebut, Unit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung bergerak melakukan serangkaian penyelidikan mendalam di lapangan. Pada Kamis, 3 September 2026, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku HW di sebuah lokasi di Jakarta Barat, yang diduga menjadi titik transaksi utama.

Etomidate sendiri merupakan jenis narkotika yang kini tengah diawasi ketat oleh pihak berwenang karena penyalahgunaannya yang kian marak, terutama di kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Modus yang digunakan oleh tersangka HW tergolong cukup rapi dan dirancang untuk mengecoh pengamatan petugas di lapangan. Saat dilakukan penggeledahan di lokasi pertama, polisi menemukan barang bukti berupa ratusan catridge yang dikemas menggunakan plastik bertuliskan "Fox". Lebih jauh, untuk menghindari deteksi saat pengiriman atau penyimpanan, pelaku menyamarkan barang haram tersebut di dalam kardus bekas perangkat headset dan kardus kemasan makanan ringan.

Tidak berhenti pada penangkapan HW, petugas kemudian melakukan pengembangan penyelidikan secara intensif guna membongkar jaringan yang lebih luas. Berdasarkan keterangan pelaku, polisi kemudian menyisir sebuah rumah kos yang berlokasi di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Di lokasi kedua ini, tim penyidik kembali menemukan tumpukan catridge yang diduga berisi etomidate. Barang-barang tersebut ditemukan dengan variasi kemasan dan warna yang beragam, menunjukkan bahwa pelaku telah mengelola stok narkotika ini dalam skala yang cukup masif.

Keberhasilan penyitaan 518 catridge etomidate ini bukan sekadar angka, melainkan penyelamatan bagi ratusan orang yang berpotensi menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Etomidate, yang secara medis sebenarnya merupakan obat anestesi, kini sering disalahgunakan sebagai campuran dalam cairan vape yang memberikan efek halusinasi serta penurunan kesadaran yang drastis. Penyalahgunaan zat ini sangat berbahaya karena jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis, dapat memicu risiko kesehatan yang serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga kegagalan fungsi organ vital.

AKBP Triyatno Pamungkas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pengedar narkoba untuk menjalankan aksinya, sekecil apa pun modus yang mereka gunakan. "Polisi mengamankan puluhan catridge etomidate yang disembunyikan dalam kardus makanan ringan dan bekas wadah perangkat elektronik. Pengembangan dilakukan di lokasi kedua, yakni di sebuah rumah kos di Serpong, Tangerang Selatan," tegasnya dalam keterangan resmi pada Senin, 14 September 2026. Langkah ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku pengedar narkoba bahwa kepolisian terus memperketat pengawasan terhadap distribusi barang-barang yang mencurigakan, terutama yang menggunakan kemasan kamuflase.

Dalam perspektif hukum, tindakan tersangka HW yang mengedarkan narkotika golongan dua ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman bagi pelaku pengedar narkotika golongan dua sangat berat, mengingat dampak destruktif yang ditimbulkan terhadap generasi muda dan masyarakat luas. Saat ini, tersangka HW masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya untuk mendalami dari mana pasokan etomidate tersebut didapatkan dan siapa saja pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap ini.

Fenomena penyalahgunaan etomidate dalam bentuk catridge vape merupakan tantangan baru bagi aparat penegak hukum dan instansi terkait. Kemudahan dalam memodifikasi catridge vape membuat zat terlarang ini mudah disisipkan tanpa terlihat mencolok secara fisik. Oleh karena itu, kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran ini. Laporan dari masyarakat mengenai aktivitas yang mencurigakan di lingkungan mereka sangat krusial dalam membantu kepolisian melakukan deteksi dini.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna vape, untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap produk-produk cairan vape atau catridge yang dijual secara ilegal di luar gerai resmi atau melalui media sosial tanpa izin edar yang jelas. Produk yang tidak memiliki sertifikasi keamanan sangat berisiko mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang tidak terukur dosisnya, yang dapat berakibat fatal bagi penggunanya.

Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli siber dan pengawasan lapangan terhadap distribusi barang-barang yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Operasi seperti yang dilakukan oleh Unit 5 Subdit 2 ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan Jakarta dan sekitarnya yang bebas dari ancaman narkotika. Penangkapan HW diharapkan dapat membuka jalan bagi petugas untuk membongkar sindikat pemasok utama yang berada di atasnya, sehingga peredaran etomidate ini dapat dihentikan hingga ke akar-akarnya.

Secara keseluruhan, kasus ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak mengenai bahaya narkotika jenis baru yang dikemas secara modern. Kewaspadaan orang tua dalam memantau barang bawaan anak-anak atau anggota keluarga yang menggunakan rokok elektrik menjadi sangat relevan saat ini. Seringkali, pelaku menggunakan kemasan makanan ringan atau kardus barang elektronik untuk mengelabui keluarga atau pihak yang curiga, sehingga deteksi dini menjadi tantangan tersendiri.

Ke depan, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya etomidate dan pentingnya melaporkan setiap kegiatan yang mencurigakan. Dengan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan peran aktif masyarakat, diharapkan peredaran narkotika, dalam bentuk apa pun, dapat ditekan seminimal mungkin. Kasus ini juga menjadi bukti bahwa upaya penyamaran dengan modus apa pun, termasuk menggunakan kardus makanan ringan sekalipun, tidak akan mampu menipu mata jeli petugas yang didukung oleh informasi akurat dari masyarakat.

Proses hukum terhadap HW akan terus berlanjut hingga ke persidangan. Polisi memastikan akan memberikan tuntutan yang setimpal sesuai dengan perbuatannya yang telah membahayakan kesehatan publik. Selain itu, pengembangan kasus akan terus dilakukan dengan memeriksa data komunikasi pada ponsel milik tersangka untuk melacak jejak transaksi lainnya. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab Polda Metro Jaya dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang kian hari kian berevolusi dengan modus-modus baru yang semakin canggih dan sulit terdeteksi oleh orang awam.

Seluruh barang bukti yang disita, yakni 518 catridge etomidate, saat ini telah diamankan di laboratorium forensik untuk dilakukan uji kandungan zat secara mendalam. Hasil uji lab ini akan menjadi bukti pendukung yang kuat di persidangan nanti. Melalui pengungkapan kasus ini, Polda Metro Jaya membuktikan bahwa komitmen untuk memberantas narkoba tidak akan pernah surut, bahkan di tengah tantangan modus operandi yang terus berubah. Setiap sudut Jakarta, baik permukiman padat maupun rumah kos eksklusif, akan terus dipantau untuk memastikan tidak ada tempat bagi para pengedar narkoba untuk bersembunyi.

Sebagai penutup, pengungkapan ini bukan hanya sebuah kemenangan bagi kepolisian, tetapi juga pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk melaporkan tindakan-tindakan yang mencurigakan kepada pihak berwajib. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama, dan setiap langkah kecil dari warga dalam memberikan informasi sangat berarti bagi keselamatan orang banyak. Polda Metro Jaya akan terus berada di garda terdepan dalam perang melawan narkoba, memastikan bahwa setiap pelaku yang mencoba mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain akan berhadapan dengan hukum yang berlaku.