Lewati ke konten
Wednesday, 16 September 2026Portal Informasi Bisnis, Industri & Ekonomi
BREAKINGSampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kolaborasi Atasi Masalah Lingkungan Lewat Program BESTS 2026

Korea Kaja! Vol.3 Sukses Jaring 2.000 Talenta Muda, Bukti Gelombang Hallyu Kian Mengakar di Indonesia

Monday, 07 September 2026 ·

Korea Kaja! Vol.3 Sukses Jaring 2.000 Talenta Muda, Bukti Gelombang Hallyu Kian Mengakar di Indonesia

Demam budaya Korea atau Hallyu kini bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup yang mendalam bagi generasi muda di Indonesia. Berdasarkan data Overseas Hallyu Survey 2026, sebanyak 82,7% responden di Tanah Air memberikan penilaian positif terhadap berbagai konten budaya Korea. Angka impresif ini menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan tingkat penerimaan Hallyu tertinggi di dunia, menegaskan bahwa pengaruh K-Pop, drama, hingga gaya hidup Korea telah menyatu dengan keseharian anak muda Indonesia.

Di tengah tingginya antusiasme tersebut, fenomena K-Pop dan seni tari (dance) tidak lagi sekadar dipandang sebagai sarana hiburan belaka. Bagi generasi Z dan milenial, dance telah berkembang menjadi medium ekspresi diri yang krusial sekaligus sarana untuk mengasah keterampilan artistik. Memahami kebutuhan akan wadah kreasi ini, by.U dari Telkomsel sukses menyelenggarakan ajang Korea Kaja! Vol.3 yang mengusung tema besar "Dance of Dreams".

Head of by.U Product Marketing Telkomsel, Herman A. Prasetyo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap besarnya gairah anak muda Indonesia terhadap dunia K-Pop. Namun, ia menyadari bahwa banyak talenta berbakat yang masih terbentur keterbatasan akses dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka ke level yang lebih serius.

"Banyak anak muda Indonesia memiliki passion yang luar biasa besar terhadap K-pop dan dance, tetapi belum semuanya memiliki ruang yang memadai untuk menunjukkan kemampuan dan melangkah lebih jauh. Melalui Korea Kaja!, kami hadir memberikan platform bagi mereka untuk berpartisipasi, mendapatkan pengalaman baru yang berharga, dan yang terpenting, membuka peluang nyata bagi karier mereka ke depan," ujar Herman saat berlangsungnya Grand Final kompetisi Random Play Dance (RPD) pada Minggu (6/9/2026) di Jakarta.

Lebih lanjut, Herman menambahkan bahwa keberhasilan Korea Kaja! membuktikan betapa kuatnya kebutuhan anak muda akan ekosistem yang relevan dengan minat mereka. by.U berkomitmen untuk terus mendekatkan kesempatan berkarya kepada talenta muda, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau mereka yang berada di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Antusiasme yang meledak ini terlihat jelas dari angka partisipasi. Selama periode penyelenggaraan Korea Kaja! Vol.3, tercatat sekitar 2.000 video submission yang masuk untuk kompetisi RPD. Jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, yakni Korea Kaja! Vol.2 yang menerima 1.450 submission, terjadi peningkatan signifikan sebesar 38%. Pertumbuhan ini menjadi indikator nyata bahwa minat terhadap kompetisi seni berbasis budaya Korea terus meningkat pesat dari tahun ke tahun.

Jangkauan Korea Kaja! Vol.3 kali ini pun jauh lebih luas dibandingkan edisi sebelumnya. Rangkaian roadshow telah sukses digelar di lima kota besar, yakni Jakarta, Pontianak, Palembang, Solo, dan Bandung. Secara akumulatif, kegiatan ini berhasil menarik sekitar 10.000 penonton yang hadir secara langsung di lokasi acara, serta lebih dari 60.000 penonton yang menyaksikan melalui saluran daring. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari dukungan solid lebih dari 20 mitra komunitas lokal yang bergerak di bidang dance dan K-Pop.

Korea Kaja! Vol.3 Kumpulkan 2.000 Karya Anak Muda

Dari hasil seleksi ketat di lima kota tersebut, terpilihlah 10 pemenang utama dan dua peserta yang mendapatkan comeback chance (kesempatan kedua). Ke-12 finalis ini kemudian dipertemukan dalam babak Grand Final untuk memperebutkan gelar juara dengan membawakan koreografi yang merepresentasikan tema "Dance of Dreams". Tema ini sendiri membawa pesan moral tentang keberanian dalam mengambil peluang dan tekad untuk mewujudkan mimpi melalui setiap gerakan yang dipelajari. Bagi para peserta, panggung Korea Kaja! bukan sekadar tempat untuk berkompetisi, melainkan ruang belajar untuk membangun kepercayaan diri dan membangun jejaring dengan sesama pegiat tari.

Kualitas kompetisi pada tahun ini semakin meningkat dengan kehadiran juri internasional, Khloe Kim, seorang SM Universe Dance Trainer asal Korea Selatan, yang didampingi oleh Asyifa Nadya Ivan (Acipa) sebagai juri lokal. Kehadiran Khloe Kim memberikan standar baru bagi para finalis dalam hal teknis, musikalitas, hingga stage presence.

Khloe Kim menyampaikan kekagumannya terhadap talenta-talenta muda Indonesia yang ia nilai memiliki energi yang sangat unik. "Sebagai seorang profesional di industri K-Pop, saya sangat antusias melihat bagaimana para dancer Indonesia mampu menghadirkan energi dan karakter mereka sendiri dalam berbagai koreografi ikonik. Saya tidak hanya mencari peserta yang hafal gerakan, tetapi mereka yang memiliki true star quality dan aura panggung yang mampu memikat audiens global," ungkap Khloe.

Senada dengan hal tersebut, Diva Dovendra, pemenang RPD pada Korea Kaja! Vol.2, berbagi testimoni mengenai dampak positif ajang ini. Menurut Diva, Korea Kaja! adalah tempat bagi para penari untuk tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi untuk menggali identitas diri mereka. "Pengalaman tahun lalu benar-benar membuat saya lebih percaya diri. Korea Kaja! memberi ruang bagi saya untuk menunjukkan kemampuan sekaligus karakter unik saya sebagai penari," ujarnya.

Melihat respons positif yang luar biasa dari tahun ke tahun, Korea Kaja! telah memposisikan dirinya sebagai event tahunan yang dinanti-nantikan oleh komunitas dance di Indonesia. Dengan memadukan unsur teknologi digital dari by.U dan gairah budaya pop Korea, program ini berhasil menjembatani aspirasi anak muda dengan standar industri global.

Selain kompetisi RPD, by.U juga memberikan nilai tambah bagi para pelanggannya melalui promosi eksklusif. Kesempatan untuk memenangkan perjalanan ke Korea Selatan masih dibuka hingga 30 September 2026. Para pengguna dapat berpartisipasi dengan melakukan pembelian Paket K-Popers Modal Kuota dan menukarkan uCoin yang telah dikumpulkan. Program ini menjadi pelengkap bagi para penggemar Hallyu agar tidak hanya bisa menikmati konten, tetapi juga bisa merasakan pengalaman langsung di negeri asal K-Pop tersebut.

Ke depannya, diharapkan inisiatif seperti Korea Kaja! dapat terus berkembang dan menjadi batu loncatan bagi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi dan berkarya. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, talenta lokal Indonesia di masa depan bukan tidak mungkin akan mampu menembus industri hiburan global, membawa warna baru yang segar, dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Keberhasilan 2.000 anak muda ini mengumpulkan nyali dan karya hanyalah awal dari gelombang besar talenta kreatif Indonesia yang siap bersinar di masa depan.